45

كَٱلْمُهْلِ يَغْلِى فِى ٱلْبُطُونِ

kaalmuhli yaghlii fii albuthuuni

(Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut,

Tafsir al-Jalalain(Ia bagaikan kotoran minyak) yakni hitam pekat bagaikan kotoran minyak; lafal ayat ini menjadi Khabar kedua (yang mendidih di dalam perut) jika dibaca Taghli berarti menjadi Khabar ketiga, jika dibaca Yaghli berarti menjadi Hal atau kata keterangan keadaan bagi lafal Al-Muhli.