22

ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَ

tsumma 'abasa wabasara

sesudah itu dia bermasam muka dan merengut,

Tafsir al-Jalalain(Sesudah itu dia bermasam muka) mukanya cemberut dan suram karena merasa sempit dengan apa yang dikatakannya (dan merengut) makin bertambah masam mukanya.